Pertanian Digital Literacy adalah kemampuan petani, pelaku agribisnis, dan masyarakat pertanian dalam memahami, menggunakan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Literasi ini tidak hanya mencakup keterampilan menggunakan perangkat digital seperti smartphone, sensor, atau komputer, tetapi juga memahami informasi, data, dan aplikasi pertanian modern.
Aspek utama dalam pertanian digital literacy meliputi:
-
Pemahaman perangkat digital, seperti aplikasi cuaca, sistem irigasi otomatis, drone pertanian, dan Internet of Things (IoT).
-
Kemampuan mengakses dan menganalisis data, termasuk data tanah, curah hujan, rekomendasi pupuk, hingga harga pasar.
-
Penggunaan platform digital, misalnya untuk pemasaran produk, konsultasi pertanian online, atau pelatihan jarak jauh.
-
Pemanfaatan teknologi presisi, seperti pemetaan lahan dan pemantauan tanaman berbasis satelit.
Dengan literasi digital yang baik, petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi, serta meminimalkan risiko gagal panen. Selain itu, pertanian digital literacy membantu memperluas akses informasi dan peluang usaha, sehingga memperkuat daya saing sektor pertanian di era modern.
Secara keseluruhan, pertanian digital literacy merupakan kunci transformasi pertanian menuju pertanian cerdas (smart farming) yang lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.




Tinggalkan Balasan